Bekasi - radarberitanasional.com
Masyarakat Desa Karang Anyar sebagai Kelompok Tani Garda Kencana telah mengeluh dan kecewa kepada Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi pada saat Pasca Bencana Banjir banyak lahan Pertanian Gagal Panten di Desa Karang Anyar, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi.
Menurut Ketua Kelompok Tani Garda Kencana Arman Darmawan atau yang sering di panggil akrab Bang Cadok mengatakan, bahwa Kami sebagai Kelompok Tani sangat kecewa dan putus asa ketikan padi di perkirakan berumur 45 Hari telah tergerus banjir dan rusak total alias gagal panen di wilayah Kobak Perahu, Desa Karang Anyar, Kecamatan Karang Bahagia, karena Pemerintah Desa hanya sebatas Selfi tanpa Solusi, sedangkan Petani kecewa dan kesel pasca banjir memikirkan biaya tanam kembali," kata Arman Darmawan, (11/2/2026).
Arman Darmawan menjelaskan, bahwa sampai saat ini Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah belum ada tanggapan dan Solusi sama sekali, sebab setiap Musdes selalu ada Anggaran Darurat untuk bencana, namun kenapa Anggaran Desa tidak di salurkan, dan Kami Petani sangat membutuhkan bantuan, baik itu berupa Bibit dan pinjaman Traktor untuk Petani agar dapat mengolah kembali lahan Pertanian yang terkena Pasca Banjir," jelas Arman.
Arman Darmawan menegaskan, bahwa Pemerintahan Desa Karang Anyar diduga sudah tidak lagi peduli terhadap Ketahanan Pangan, sebab faktanya disetiap kejadian Banjir dan Pasca Banjir yang dilakukan hanyalah Selfi di tempat Banjir, Kami Petani sangat Kecewa dan Kesel atas sikap Pemerintahan Desa Karang Anyar, seharusnya dapat mengambil langkah kongkrit dalam rangka menanggulangi kepentingan Petani di saat pasca bencana banjir, kalau bukan sekarang kapan lagi," tegas Arman Darmawan sebagai Ketua Kelompok Tani Garda Kencana.
( Red )

.jpg)